DATABASE MANAJEMEN SISTEM
Pengertian Database Manajemen Sistem (DBMS)
§ ICT Database/-Data Resources Management, Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis, 2010 :
DBMS
(Database Management systems) adalah kumpulan program yang
meng-koordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data.
§ Asep Herman Suyanto (2004)
Manajemen
Sistem Basis Data (Database Management System / DBMS) adalah perangkat
lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas
kumpulan data dalam jumlah besar. DBMS dapat menjadi alternative
penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpana data dalam
file dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya.
§ C. J. Date
DBMS adalah merupakan software yang menghandle seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
§ S. Attre
DBMS
adalah software, hardware, frimware dan prosedur-prosedur yang
mengelola database. Frimware adalah software yang telah menjadi modul
yang tertanam pada hardware (ROM).
§ Gordon C. Everent
DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
Database
Management System (DBMS) atau Sistem Manajemen Basisdata adalah suatu
sistem yang terdiri atas Basis-data dan Perangkat Lunak (Software /
program) yang bertujuan untuk effektivitas dan effisiensi dalam
pengelolaan basisdata
atau DBMS adalah semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware).
DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (higt level
data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4
(fourt generation langauage).
Database
manajemen sistem (DBMS) terdiri dari perangkat lunak yang dapat
mengatur penyimpanan data. Sehingga memudahkan organisasi untuk
memusatkan data, mengelola data secara efisien dan menyediakan akses
data bagi program aplikasi.
Sebuah
DBMS mengendalikan pembuatan, pemeliharaan, dan penggunaan struktur
penyimpanan database organisasi sosial dan pengguna mereka. Hal ini
memungkinkan organisasi untuk menempatkan kontrol organisasi
pengembangan database yang luas di tangan Database Administrator (DBAs)
dan spesialis lain. Dalam sistem yang besar, sebuah DBMS memungkinkan
pengguna dan perangkat lunak lain untuk menyimpan dan mengambil data
dalam cara yang terstruktur.
Sistem manajemen basis data (Bahasa Inggris: database management system, DBMS), adalah suatu sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta banyak pengguna. Contoh tipikal SMBD adalah akuntansi, sumber daya manusia, dan sistem pendukung pelanggan, SMBD telah berkembang menjadi bagian standar di bagian pendukung (back office) suatu perusahaan. Contoh SMBD adalah Oracle, SQL server 2000/2003, MS Access, MySQL
dan sebagainya. DBMS merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk
dapat melakukan utilisasi dan mengelola koleksi data dalam jumlah yang
besar. DBMS juga dirancang untuk dapat melakukan manipulasi data secara
lebih mudah
Sistem
Manajemen Basis-Data (Data Base Management System / DBMS) adalah
perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai membuat,
memelihara, mengontrol, dan meng-akses basis data dengan cara praktis
dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk meng-akomodasikan berbagai macam
pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda
DBMS (database management system) adalah sekumpulan program yang digunakan untuk menyimpan, memodifikasi, dan mengekstrak informasi dari sebuah basisdata. Terdapat berbagai DBMS, mulai dari yang dapat dijalankan pada PC sampai yang harus dijalankan pada mainframe. Untuk mendapatkan informasi dari basisdata, digunakan bahasa khusus dalam bentuk query. Setiap DBMS mendukung bahasa query yang berbeda-beda.
2.3.2. Sejarah Database Manajemen Sistem (DBMS)
Generasi
pertama DBMS didesain oleh Charles Bachman di perusahaan General
Electric pada awal tahun 1960, disebut sebagai penyimpanan data
terintegrasi (Integrated Data Store). Dibentuk dasar untuk model data
jaringan yang kemudian distandardisasi oleh Conference on Data System
Languages (CODASYL).
Bachman kemudian menerima ACM Turing Award (Penghargaan semacam Nobel pada ilmu komputer) di tahun 1973. Dan pada akhir 1960, IBM mengembangkan sistem manajemen informasi (Information Management System) DBMS. IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut dengan model data hirarki.
Dalam waktu yang sama, dikembangkan sistem SABRE sebagai hasil
kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika. Sistem ini
memungkinkan user untuk mengakses data yang sama pada jaringan komputer.
Kemudian
pada tahun 1970, Edgar Codd, di Laboratorium Penelitian di San Jose,
mengusulkan model data relasional. Di tahun 1980, model relasional
menjadi paradigma DBMS yang paling dominan. Bahasa query SQL
dikembangkan untuk basis data relasional sebagai bagian dari proyek Sistem R dari IBM. SQL distandardisasi di akhir tahun 1980, dan SQL-92 diadopsi oleh American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO). Program yang digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam basis data disebut transaksi. User menulis programnya, dan bertanggung jawab untuk menjalankan program tersebut secara bersamaan terhadap DBMS.
Pada akhir tahun 1980 dan permulaan 1990, banyak bidang sistem basis data yang dikembangkan. Penelitian pada bidang basis data meliputi bahasa query yang powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data yang kompleks dari semua bagian organisasi. Beberapa vendor memperluas sistemnya dengan kemampuan penyimpanan tipe data baru semisal image dan text, dan kemampuan query yang kompleks. Sistem khusus/spesial dikembangkan oleh banyak vendor untuk membuat data warehouse, mengkonsolidasi data dari beberapa basis data.
Pada tahun 1999, James Gray memenangkan Turing Award untuk kontribusinya pada manajemen transaksi dalam DBMS.
2.3.3. Fitur-fitur Database Manajemen Sistem (DBMS)
DBMS
pada umumnya menyediakan fasilitas atau fitur-fitur yang memungkinkan
data dapat diakses dengan mudah, aman, dan cepat. Beberapa fitur yang
secara umum tersedia adalah:
· Keamanan : DBMS menyediakan sistem pengamanan data sehingga tidak mudah diakses oleh orang yang tidak memiliki hak akses.
· Independensi : DBMS
menjamin independensi antara data dan program, data tidak bergantung
pada program yang meng-akses-nya, karena struktur data-nya dirancang
berdasarkan kebutuhan informasi, bukan berdasarkan struktur program.
Sebaliknya program juga tidak bergantung pada data, sehingga walaupun
struktur data diubah, program tidak perlu berubah.
· Konkruensi / data sharing : data dapat diakses secara bersamaan oleh beberapa pengguna karena manajemen data dilaksanakan oleh DBMS.
· Integritas : DBMS mengelola file-file data serta relasi-nya dengan tujuan agar data selalu dalam keadaan valid dan konsisten
· Pemulihan : DBMS
menyediakan fasilitas untuk memulihkan kembali file-file data ke
keadaan semula sebelum terjadi-nya kesalahan (error) atau gangguan baik
kesalahan perangkat keras maupun kegagalan perangkat lunak.
· Kamus / katalog sistem : DBMS
menyediakan fasilitas kamus data atau katalog sistem yang menjelaskan
deskripsi dari field-field data yang terkandung dalam basisdata.
· Perangkat Produktivitas : DBMS
menyediakan sejumlah perangkat produktivitas sehingga memudahkan para
pengguna untuk menarik manfaat dari database, misalnya report generator (pembangkit laporan) dan query generator (pembangkit query)
Berikut ini disajikan tabel beberapa DBMS yang terkenal.
DBMS
|
Perusahaan
|
Access
|
Microsoft Corporation
|
DB2
|
IBM
|
Informix
|
IBM
|
Ingress
|
Computer Associate
|
MySQL
|
The MySQL Company
|
Oracle
|
Oracle Corporation
|
Postgres SQL
|
Postgres
|
Sybase
|
Sybase Inc.
|
Visual dBase
|
Borland
|
Visual FoxPro
|
FoxPro Corporation
|
DBMS untuk model data berbasis objek biasanya dinamakan sebagai Object Oriented Data Base Management System (OODBMS). Beberapa OODBMS yang terkenal adalah sebagai berikut:
OODBMS
|
Perusahaan
|
Gemstone
|
Gemstone System
|
Matisse
|
ADB Inc.
|
Versant
|
Versant
|
Jeevan
|
W3 Apps.
|
Vision
|
Insyte
|
Objectivity
|
Objectivity Inc.
|
ObjectStone
|
Object Design Inc.
|
Poet
|
Poet Software.
|
Perlu
ditambahkan disini bahwa beberapa DBMS berbasis objek sebenarnya tetap
menggunakan file data relasional biasa, dengan kata lain, programnya
berbasis objek tetapi datanya masih model relasional biasa. Software
seperti ini biasanya disebut sebagai Object Oriented Relational DataBase Management System (OORDBMS), misalnya Visual dBase.
2.3.4. Komponen Penyusun Database Manajemen Sistem (DBMS)
Dalam pembuatan DBMS diperlukan beberapa komponen fungsional penyusunnya sebagai berikut
1. Query Processsor
Merubah
bentuk query ke dalam instruksi tingkat rendah ke database manager.
Menterjemahkan pernyataan-pernyataan bahasa query ke dalam
instruksi-instruksi low-level yang dimengerti oleh database manager.
2. Database Manager
Menerima
query dan menguji skema eksternal dan konseptual untuk menentukan
apakah record-record dibutuhkan untuk memenuhi permintaan. Menyediakan
interface antara data low-level yang disimpan didalam basisdata dengan
program-program aplikasi dan queries yang dikirimkan ke system.
3. File Manager
Manipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan pada disk.
4. DML Preprocessor
Merubah perintah DML embedded ke dalam program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi
yang memanggil dalam host language. Mengkonversi pernyataan-pernyataan
DML yang dimasukkan di dalam program aplikasi ke dalam pemanggilan
prosedur normal di dalam bahasa induknya. Procompiler harus berinteraksi
dengan query processor untuk membuat kode-kode yang diperlukan
5. DDL Compiler
Merubah perintah DDL menjadi kumpulan tabel yang berisi metadata. Mengkonversi pernyataan DDL ke dalam sekumpulan table yang mengandung metadata atau “data mengenai data”
6. Dictionary Manager
Mengatur akses dan memelihara data dictionary.
2.3.5. Model Database Manajemen Sistem (DBMS)
Sistem
manajemen database biasanya dikategorikan menurut model database yang
mereka mendukung, seperti jaringan, model relasional atau obyek. Model
cenderung untuk menentukan bahasa query yang tersedia untuk mengakses
database.
Fungsi dari Model Database ini adalah untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.
Model
Database adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan
data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dala suatu
organisasi.
Terdapat dua model data dalam DBMS sebagai berikut :
1. Model Data Berbasis Objek
Yaitu
suatu model data yang menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan
antar entitas. Jenis model data berbasis objek yang umum adalah :
§ Entity-relationship
§ semantic
§ functional
§ object-oriented
2. Model data berbasis record
Yaitu
Model Data yang terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap
yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis yaitu :
1. Model Hirarkis / Model Pohon (blm ada penjelasannya)
Model database Hierarki
merupakan model data yang dimana data tersebut diatur dengan struktur
data tree. Struktur ini dapat mewakili informasi menggunakan hubungan
child/parent: setiap parent dapat memiliki banyak child, tetapi setiap
child hanya boleh memiliki satu parent (yang dikenal juga dengan hubungan 1-ke-banyak). Seluruh atribut dari record yang ditentukan telah diatur dengan tipe entitas
Contoh dari Model hierarki
Pada
database tipe entiti sama dengan tabel. Setiap record individual
diwakili sebagai baris, dan setiap atribut sebagai kolom. Tipe entiti
berhubungan satu sama lain dengan menggunakan pemetaan 1:N, juga
dikenal sebagai hubungan satu-ke-banyak. Model ini dikenal sebagai model
database awal yang diciptakan oleh IBM pada tahun 1960-an.
Database hierarki yang paling banyak digunakan saat ini ialah IMS dikembangkan oleh IBM dan Registry Windows oleh Microsoft.
Model
data hierarki kehilangan daya tariknya sebagai Model Relasional Edgar
F.Codd menjadi standar de facto yang digunakan secara virtual oleh
seluruh sistem manajemen database saat ini. Implementasi Database
Relasional dari model hierarki pertama sekali dipublikasikan pada tahun
1992.[1]
2. Model Jaringan
Model Jaringan
merupakan model database yang diyakini sebagai cara fleksibel mewakili
objek dan hubungan mereka. Model ini memiliki fitur istimewa yang pada
skema, diperlihatkan sebagai grafik dengan tipe objek ialah node, tipe
hubungannya ialah kurva, yang tidak terbatas dengan menjadi hierarki
atau berkisi.
Contoh dari Model Jaringan.
Penemu asli dari Model Jaringan ialah Charles Bachman, dan dikembangkan menjadi spesifikasi standar pada 1969 di Konsorsium CODASYL
Pada
tahun 1969, Konferensi Bahasa Sistem Data (CODASYL) meresmikan
spesifikasi pertama dari model database jaringan. Kemudian diikuti
dengan penerbitan kedua pada tahun 1971, yang mennjadi dasar dari semua
implementasinya. Proyek tersebuk berlanjut pada awal tahun 1980an,
memuncak pada peresmian Organisasi Standarisasi Internasional (ISO), namun hanya sedikit berpengaruh pada produk ini.
Beberapa sistem database terkenal yang menggunakan jaringan model termasuk:
· Integrated Data Store (IDS)
· IDMS (Integrated Database Management System)
· RDM Embedded
· TurboIMAGE
· Unisys OS 2200 database
3. Model Relasional
Model
Relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah
digunakan dan dipahami oleh pengguna, serta merupakan model yang paling
populer saat ini.
Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut relasi atau tabel ), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut.
DBMS yang bermodelkan relasional biasa disebut RDBMS (Relational Data Base Management System).
Ada Beberapa Sifat yang melekat pada suatu relasi :1. Tak ada tupel (baris) yang kembar)
2. Urutan tupel tidaklah penting
3. Setiap atribut memiliki nama yang unik
4. Letak atribut bebas ( urutan atribut tidak penting)
5. Setiap atribut memiliki nilai tunggal dan jenisnya sama untuk semua tupel.
Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua ( yang disebut relasi atau tabel ), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut.
DBMS yang bermodelkan relasional biasa disebut RDBMS (Relational Data Base Management System).
Ada Beberapa Sifat yang melekat pada suatu relasi :1. Tak ada tupel (baris) yang kembar)
2. Urutan tupel tidaklah penting
3. Setiap atribut memiliki nama yang unik
4. Letak atribut bebas ( urutan atribut tidak penting)
5. Setiap atribut memiliki nilai tunggal dan jenisnya sama untuk semua tupel.
Pada
model relasional, jumlah tupel suatu relasi disebut kardinalitas dan
jumlah atribut suatu relasi disebut derajat (degree) atau terkadang
disebut arity. Relasi yang berderajat saru (hanya memiliki satu atribut)
disebut unary. Relasi yang berderajat dua disebut binary dan relasi
yang berderajat tiga disebut ternary. Relasi yang berderajat n disebut
n-ary. Istilah lainnya yang terdapat pada model relasional adalah
domain. Domain adalah himpunan nilai yang berlaku bagi suatu atribut.
Contoh produk DBMS terkenal yang menggunakan model relasional antara lain adalah :1. DB2 (IBM)
2. Rdb/VMS (Digital Equipment Corporation)
3. Oracle (Oracle Corporation)
4. Informix (Informix Corporation)
5. Ingres (ASK Group Inc)
6. Sybase (Sybase Inc)
2. Rdb/VMS (Digital Equipment Corporation)
3. Oracle (Oracle Corporation)
4. Informix (Informix Corporation)
5. Ingres (ASK Group Inc)
6. Sybase (Sybase Inc)
Di lingkungan PC, produk-produk berbasis relasional yang cukup terkenal antara lain adalah :
1. Keluarga R:Base (Microrim Corp) antara lain berupa R:Base 5000
2. Keluarga dBase (Ashton-Tate, sekarang bagian dari Borland International), antara lain dbase III Plus, dBase IV, serta Visual dBase
3. Microsoft SQL ( Microsoft Corporation)
4. Visual FoxPro (Microsoft Corporation)
1. Keluarga R:Base (Microrim Corp) antara lain berupa R:Base 5000
2. Keluarga dBase (Ashton-Tate, sekarang bagian dari Borland International), antara lain dbase III Plus, dBase IV, serta Visual dBase
3. Microsoft SQL ( Microsoft Corporation)
4. Visual FoxPro (Microsoft Corporation)
2.3.6. Arsitektur Database Manajemen Sistem (DBMS)
Salah
satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan sarana antar muka
(interface) dalam meng-akses data secara efisien tanpa harus melihat
kerumitan atau detail tentang cara data direkam dan dipelihara. DBMS
memiliki arsitektur untuk melakukan abstraksi dari data sehingga dapat
diperoleh independensi data-program.
Pada
tahun 1975, badan standarisasi nasional Amerika ANSI-SPARC (American
National Standards Institute – Standards Planning and Requirements
Committee) menetapkan tiga level abstraksi dalam database, yaitu:
1. Level Eksternal (external level) atau Level Pandangan (view level)
Level
Eksternal adalah level yang berhubungan langsung dengan pengguna
database. Pada level ini pengguna (user) hanya bisa melihat struktur
data sesuai dengan keperluannya sehingga setiap user bisa memiliki
pandangan (view) yang berbeda dari user lainnya. Pada level ini pula
dimungkinkan pandangan user berbeda dengan representasi fisik dari data,
misalkan untuk data hari secara fisik data direkam dalam bentuk kode
(1, 2, 3, dst) sedang user melihat data dalam bentuk teks nama hari
(Ahad, Senin, Selasa, …). Data yang dilihat oleh user seakan-akan
berasal dari satu file, secara fisik mungkin diambil dari beberapa file
yang berelasi.
2. Level Konseptual (conceptual level)
Level
Konseptual adalah level dari para administrator database, pada level
ini didefinisikan hubungan antar data secara logik, sehingga diperlukan
struktur data secara lengkap. Para administrator database memahami
bagaimana satu view dijabarkan dari beberapa file data, demikian pula
pada saat perancangan database mereka dapat saja membagi data menjadi
beberapa file agar dapat diakses dan disimpan secara efisien
3. Level Internal (internal level) atau Level Fisik (physical level)
Level
Internal adalah level dimana data disimpan secara fisik dalam bentuk
kode, teks, angka, bit. Pada level ini didefinisikan allokasi ruang
penyimpanan data, deskripsi data dalam penyimpanan, kompressi data (agar
lebih hemat), dan enkripsi data (agar lebih aman).
Agar
independensi data dapat dicapai maka disediakan pemetaan antar lapisan
(level), yatiu pemetaan eksternal-konseptual dan pemetaan
konseptual-internal. Pada pemetaan eksternal-konseptual, DBMS dapat
memetakan field-field data dari user-view ke dalam struktur data yang
sesungguhnya. Pada pemetaan konseptual-internal, DBMS dapat menemukan
rekaman fisik dari data yang didefinisikan pada struktur logik.
2.3.7. Bahasa Database Manajemen Sistem (DBMS)
Implementasi
bahasa DBMS bervariasi sesuai dengan variasi perusahaan yang
merancangnya, namun pada prinsipnya bahasa ini bisa dikategorikan ke
dalam tiga komponen bahasa, yaitu:
1. Data Definition/Decription Language (DDL)
DDL
adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mendefinisikan
struktur data antara lain perintah untuk membuat tabel baru (CREATE)
dimana terdefinisi komponen/field data dengan tipe dan panjangnya,
mengubah index (INDEX, REINDEX) agar setiap rekord dalam satu file data
dapat diakses melalui indeks-nya, mengubah struktur (MODIFY STRUCT) dari
file data, dan sebagainya. Komponen bahasa ini banyak digunakan oleh
para administrator basisdata pada saat merencanakan atau membangun
file-file basisdata
2. Data Manipulation Language (DML)
DML
adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk memanipulasi data,
komponen ini diperlukan oleh para pengguna untuk memanipulasi data,
antara lain perintah-perintah untuk melakukan hal-hal berikut ini:
· mengambil data dari basisdata (LIST, DISPLAY)
· menambah data kedalam basisdata (INSERT, APPEND)
· meremajakan data yang ada dalam basisdata (UPDATE)
· menghapus data yang tidak diperlukan (DELETE)
· meng-urutkan data (SORT)
· menghitung frekuensi data (COUNT)
· mencari data (SEEK, FIND)
DML
dapat dibedakan atas dua macam, yaitu DML Prosedural dan DML
Non-Prosedural. Pada DML Prosedural ketika data akan dimanipulasi maka
perintah harus disertai dengan perintah-perintah bagaimana data diakses
dari file database. Perintah DML Prosedural biasanya termuat dalam
bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level programming language)
seperti COBOL, C, C++ dan sebagainya. Pada DML non-Prosedural data dapat
dimanipulasi langsung tanpa harus memerintahkan bagaimana data dibaca
dari file. Perintah DML non-Prosedural biasanya digunakan dalam
bahasa-bahasa DBMS seperti pada dBase, Access, Paradox, FoxPro, SQL, dan
sebagainya.
3. Device Control Media Language (DCML)
DCML
adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mengatur perekaman
atau penyimpanan data secara fisik. Komponen bahasa DCML digunakan oleh
operator-operator sistem basisdata didalam mengatur file-file data
secara fisik. Perintah-perintah yang termuat dalam komponen ini, antara
lain perintah perintah: merekam (Write Record, Create Table), menghapus
(Drop, Delete Table).
2.3.8. Tujuan Database Manajemen Sistem (DBMS)
Tujuan
utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi
user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data
disimpan dan dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien.
Pertimbangan efisien yang digunakan adalah bagaimana merancang struktur
data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh pengguna yang
masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data. Basis data
menjadi penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak menggunakan
data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data
tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit. Jadi tujuan dari
pengaturan data dengan menggunakan basis data adalah :
7 Menyediakan penyimpanan data untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa yang akan datang.
7 Kemudahan
pemasukan data, sehingga meringankan tugas operator dan menyangkut pula
waktu yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak-hak
yang dimiliki terhadap data yang ditangani.
7 Pengendalian
data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat
mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem.
7 Pengamanan data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain.
2.3.9. Fungsi Database Manajemen Sistem (DBMS)
8 Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data
8 Katalog yang dapat diakses pemakai
8 Mendukung Transaksi
8 Melayani kontrol concurrency
8 Melayani recovery
8 Melayani autorisasi
8 Mendukung komunikasi data
8 Melayani integrity
8 Melayani data independence
8 Melayani utility
2.3.10. Manfaat Database Manajemen Sistem (DBMS)
Manfaat yang diperoleh dari penyusunan database adalah :
O Mengatasi kerangka (redundancy) data.
O Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
O Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
O Menyusun format yang standar dari sebuah data.
O Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user).
O Melakukan perlindungan dan pengamanan data (data security).
2.3.11. Keunggulan dan Kelemahan Database Manajemen Sistem (DBMS)
2.3.11.1. Keunggulan DBMS antara lain :
§ Mengurangi duplikasi data atau data redundancy
§ Menjaga konsistensi dan integritas data
§ Meningkatkan keamanan data
§ Meningkatkan effisiensi dan effektivitas penggunaan data
§ Meningkatkan produktivitas para pengguna data
§ Memudahkan pengguna dalam menggali informasi dari kumpulan data
§ Meningkatkan pemeliharaan data melalui independensi data
§ Meningkatkan pemakaian bersama dari data
§ Meningkatkan layanan backup dan recovery data
§ Mengurangi konflik antar pengguna data
§ Mencapai indenpendensi data
§ Mengintegrasikan data dari beberapa file
§ Mengambil data secara cepat, praktis
§ Meningkatkan keamaanan data
§ Terbaru (up to date).
2.3.11.2. Kelemahan DBMS antara lain :
§ Memerlukan
suatu skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan manajemen
database agar dapat diperoleh struktur dan relasi data yang optimal
§ Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal (disk) maupun internal (memory) agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien
§ Harga DBMS yang handal biasanya sangat mahal
§ Kebutuhan akan sumber daya (resources) biasanya cukup tinggi
§ Konversi
dari sistem lama ke sistem DBMS terkadang sangat mahal, disamping biaya
pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, diperlukan pula biaya
pelatihan
§ Perangkat lunak yang mahal
§ Memperkerjakan dan mempertahankan DBA
§ Konfigurasi perangkat keras yang besar Data Sub Language DBMS
2.3.12. Merancang Database / Basis Data
Untuk
membuat basis data kita harus memahami bubungan diantara data, jenis
data yang akan dipelihara di dalam basis data, bagaimana data tersebut
akan digunakan, dan bagaimana organisasi mengikuti perubahan dalam
mengelola data dalam perspektif keseluruhan organisasi.
Basis
Data memerlukan rangcangan konseptual dan rancangan fisik. Rancangan
konseptual atau logis dari sebuah basis data adalah model abstrak dari
basis data sedangkan rancangan fisik memperlihatkan bagaimana basis data
tersebut sebenarnya tersusun pada perangkat penyimpanan data dengan
akses yang langsung. Tantangan dalam merancang database adalah bagaimana
merancang sehingga database dapat memenuhi keperluan saat ini dan masa
mendatang.
1. Tujuan Merancang Basis Data :
§ Untuk memenuhi informasi yang berisikan kebutuhan-kebutuhan user secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
§ Memudahkan pengertian struktur informasi.
§ Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time, dan storage space).
2. Proses menciptakan database mencakup 6 fase yaitu :
§ Fase 1 : Pengumpulan data dan analisa
§ Fase 2 : Perancangan database secara konseptual
§ Fase 3 : Pemilihan DBMS
§ Fase 4 : Perancangan database secara logika (pemetaan model data)
§ Fase 5 : Perancangan database secara fisik
§ Fase 6 : Implementasi sistem database
3. Pengembangan Sistem
Pengembangan
system terdiri atas sederetan kegiatan yang dapat dikelompokan menjadi
beberapa tahapan. Ada berbagai pembagian tahapan dalam pengembangan
system yaitu :
§ Metodologi
yang disebut Waterfall atau air terjun yang membagi daur pengembangan
system menjadi 6 tahapan : konsepsi, pendahuluan, analisis, perancangan,
implementasi dan pengujian..
§ McLeod mengemukakan 4 tahapan : perencanaan, analisis, perancangan dan implementasi.
§ Fabbri
dan Schwab membaginya menjadi 5 tahapan : studi kelayakan, rencana
pendahuluan, analisis system, perancamgan system danimplementasi system.
2.3.13. Cara Membuat Database dengan menggunakan Microsoft Acces
Untuk membuat database kosong dengan Microsoft Access lakukan langkah-langkah berikut:
1. Jalankan aplikasi Microsoft Access (yang digunakan pada artikel ini Microsoft Access 2003).
2. Pilih "Blank Database".
3. Setelah
itu akan muncul tampilan kotak dialog File New Database yang meminta
Anda untuk memberikan nama File Database serta memilih lokasi di mana
data akan disimpan.
4. Klik pada kolom file name, gantilah db1 dengan coba1.
5. Setelah nama database ditentukan pilih Create. Kemudian akan muncul tampilan seperti Gambar 1.
Gambar 1. Kotak coba1 Database
Membuat Tabel Database Baru
Setelah
Anda selesai membuat database baru yang masih kosong yaitu coba1.mdb,
langkah berikutnya yaitu merancang dan membuat tabel pada database
tersebut, yang nantinya akan diisi. Namun sebelum Anda memulainya,
terlebih dahulu Anda harus mengenal jenis data yang akan dipakai dan
ditempatkan pada setiap field database. Jenis data tersebut adalah:
· Text,
dapat menerima huruf, angka, tanda baca, dan spasi. Sebuah field yang
berisi data teks ini dapat menampung 255 karakter, atau sebanyak yang
kita inginkan yaitu dengan menentukan besarnya karakter data dengan
mengatur properti Field size-nya.
· Memo, dapat menerima teks apa saja sebagai suatu keterangan atau catatan. Data ini dapat menampung 65.535 karakter.
· Number, berisi data bilangan yang digunakan untuk perhitungan matematis. Lebar kapasitas data ini bergantung pada properti fieldSize.
· Currency,
berisi data bilangan yang digunakan dalam perhitungan matematis
terutama untuk perhitungan yang berkaitan dengan uang termasuk data-data
dengan 1 s/d 4 angka di belakang tanda desimal, besar nilainya tepatnya
adalah -922.337.203.685.477.5808 s/d 922.337.203.685.477.5807.
· Yes/No, berisi nilai yes atau no, atau field yang hanya memiliki dua kemungkinan nilai (yes/no, on/off atau true/false).
· Auto number,
berisi bilangan yang berurutan atau bilangan acak yang unik dimana
secara otomatis diberikan oleh Microsoft Access saat record baru
ditambahkan ke dalam tabel. Jenis data auto number ini memiliki sifat
tidak dapat diubah-ubah nilainya oleh user.
· Date/Time, hanya dapat menerima tanggal/waktu, dan nilai datanya dari tahun 100 sampai dengan 9999.
Setelah
Anda mengetahui jenis-jenis data yang dipakai dan ditempatkan pada
setiap field database, maka berdasarkan jenis data tersebut, buat dan
rancanglah sebuah tabel database baru dengan mengikuti langkah berikut:
1. Pada
jendela database seperti pada Gambar 1, klik tombol New, setelah itu
akan muncul kotak dialog New Table seperti pada Gambar 2.
2. Pada
kotak dialog New Table tersebut, pilih Design View kemudian klik tombol
OK, maka akan muncul kotak dialog Table database seperti Gambar 3.
3. Klik
baris pertama dari kolom Field Name, kemudian ketikkan Kode Barang pada
kolom Field Name tersebut sebagai nama field name. Field ini nantinya
akan diisi data kode barang.
4. Tekan tombol Enter, maka pointer akan berpindah ke kolom Data Type. Isi teks pada kolom Data Type tersebut.
5. Tentukan lebar data pada field size dengan mengubah angka 50 menjadi angka 6.
6. Ulangi
langkah 3 sampai 5 dengan berpindah baris, tambahkan field Nama Barang
(tipe Text, Lebar 30), field Harga Satuan (tipe Number), dan field
Banyaknya Barang (tipe Number, Integer).
7. Jika
proses pengisian serta pembuatan tabel selesai dan Anda ingin menutup
dialog Design Table, tutuplah Windows Table 1 dengan menekan icon "X" di
pojok kanan window, kemudian klik tombol Yes untuk menyimpan tabel
desain yang telah dibuat. Setelah Anda menutup kotak dialog tabel,
Microsoft Access akan menampilkan kotak isian "Save As", kemudian
ketikkan nama tabelnya dengan nama yang Anda inginkan, misalnya "Barang"
dan klik tombol OK untuk menutup kotak tersebut.
8. Microsoft
Access kemudian akan mengingatkan bahwa tabel yang Anda buat belum
mempunyai kunci primer (primary key). Saat ini kliklah tombol No.
Memodifikasi Tabel Database
Karena
suatu file database dapat terdiri atas satu atau banyak tabel, maka
jika Anda membuka atau mengaktifkan satu file database, seluruh tabel
dalam file database Microsoft Access yang Anda buka dapat langsung bisa
dilihat, dipilih, atau diubah. Untuk itu lakukan langkah-langkah
berikut ini untuk membuka dan memodifikasi tabel database sebagai
berikut:
1. Pilih dan buka file database yang telah Anda buat yaitu coba1 sehingga akan muncul kotak dialog database AVB.
2. Pilih
tabel Barang yang ingin dimodifikasi (diperbaiki, dihapus, atau
ditambah) field databasenya, kemudian klik Design, maka akan muncul
kotak dialog tabel barang.
3. Modifikasi
field database yang ingin Anda modifikasi, dengan menggunakan
langkah-langkah yang hampir sama dengan membuat tabel database baru.
Misalnya Anda tidak memerlukan field database harga satuan, maka kliklah
harga barang lalu hapus field harga satuan sekaligus jenis tipe
datanya. Namun jika Anda ingin mengganti harga satuan menjadi harga
barang, kliklah field name "Harga Satuan" kemudian ganti menjadi harga
barang.
Setelah
selesai memodifikasi field database, tutup kotak dialog tabel barang
tersebut dengan mengklik icon "X" pada kotak dialog tabel barang,
kemudian klik Yes untuk menyimpan tabel database yang telah dimodifikasi
tersebut


0 komentar:
Posting Komentar